Header Ads

 





Menggetarkan Langit Malang: Catatan Khidmat Mujahadah Kubro & Puncak Resepsi 1 Abad NU di Stadion Gajayana

Malang, 8 Februari 2026 – Stadion Gajayana menjadi saksi bisu sejarah besar saat ribuan Nahdliyin memadati tribun hingga lapangan dalam rangka merayakan Harlah 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU). Suasana khidmat bercampur haru menyelimuti kota Malang sejak Sabtu malam hingga Minggu pagi, menciptakan gelombang spiritual yang luar biasa, karena selain dihadiri oleh jajaran Kabinet Merah Putih acara Mujahadah Kubro tersebut juga dihadiri oleh Pengurus PBNU, Pengurus  PCNU, MWCNU, dan Banom NU se-JATIM, tidak ketinggalan  Idarah Wustha JATMAN JATIM dan beberapa Idarah Syu'biyyah JATMAN wilayah JATIM  terlihat ikut memeriahkan acara Harlah 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) tersebut .

Malam Spiritual yang Panjang

Rangkaian acara dimulai sejak Sabtu malam (7/2) pukul 21.00 WIB. Stadion mulai memutih seiring kedatangan jamaah untuk mengikuti Shalawat Bersama Majlis Syubbanul Muslimin. Lantunan selawat yang menggema seolah membelah langit Malang, mempersatukan ribuan hati dalam kecintaan kepada Baginda Nabi SAW.

Memasuki tengah malam, suasana berubah menjadi lebih hening dan sakral dengan dimulainya Khotmil Qur'an sebanyak 999 kali. Kehadiran qori-qori nasional dan internasional memberikan nuansa kesejukan melalui lantunan ayat suci Al-Qur'an yang sangat fasih dan merdu.

Puncak Munajat di Sepertiga Malam

Pukul 01.00 WIB, Stadion Gajayana berubah menjadi "masjid raksasa". Ribuan jamaah melaksanakan Shalat Tahajud dan Shalat Hajat secara berjamaah. Di bawah langit malam, doa-doa dipanjatkan untuk keselamatan bangsa dan keberkahan bagi jam'iyyah NU yang kini genap berusia satu abad secara hitungan Masehi.

Salah satu momen yang paling dinanti adalah Ijazah Kubro pada pukul 02.00 WIB. Para kiai sepuh memberikan ijazah amalan kepada jamaah sebagai bekal spiritual dalam berkhidmat di abad kedua NU. Setelah itu, rangkaian ibadah malam ditutup dengan Shalat Shubuh berjamaah yang sangat masif.

Kemeriahan Pagi dan Puncak Resepsi

Fajar menyingsing diiringi dengan "Gajayana Bershalawat" tahap kedua. Energi jamaah seolah tidak ada habisnya, mereka tetap semangat melantukan puji-pujian kepada Rasulullah.

Tepat pukul 06.30 WIB, acara memasuki Puncak Resepsi 1 Abad NU. Suasana berubah menjadi sangat formal namun tetap berwibawa. Momen paling menggetarkan adalah saat lagu Indonesia Raya dan Syubbanul Wathon berkumandang. Ribuan orang berdiri tegak, menyanyi dengan lantang, menunjukkan semangat nasionalisme yang tak terpisahkan dari jati diri warga NU.

Sambutan Ketua Tanfdziyah PWNU JATIM, K.H. Abdul Hakim Mahfudz

K.H. Abdul Hakim Mahfudz menyampaikan sambutan yang penuh dengan pesan spiritual dan rasa syukur. Beliau menekankan pentingnya persatuan umat dan kekuatan doa melalui Mujahadah.

Poin-poin Penting Dari Sambutan Beliau Antara Lain :

Rasa Syukur dan Kehadiran Umat: Beliau menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas terselenggaranya Mujahadah Kubro yang dihadiri oleh ribuan jamaah dari berbagai daerah di Stadion Gajayana.

Tujuan Mujahadah: Sambutan beliau menjelaskan bahwa berkumpulnya umat di tempat tersebut bertujuan untuk memohon ampunan kepada Allah SWT serta mendoakan keselamatan bagi bangsa dan negara .

Pesan Persaudaraan: Beliau menekankan bahwa kegiatan ini adalah sarana untuk mempererat tali silaturahmi dan ukhuwah islamiyah antar sesama muslim, tanpa memandang perbedaan latar belakang.

Harapan untuk Bangsa: K.H. Abdul Hakim Mahfudz berharap agar melalui wasilah Mujahadah ini, masyarakat Indonesia diberikan kedamaian, keberkahan, dan dijauhkan dari segala musibah.

Apresiasi kepada Penyelenggara: Beliau juga memberikan apresiasi kepada seluruh panitia dan pihak keamanan yang telah membantu kelancaran acara yang sakral ini.

Sambutan Presdien Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn.) H. Prabowo Subianto

Presiden menyampaikan apresiasi mendalam atas peran besar para ulama dan kyai dalam menjaga persatuan bangsa serta mendoakan keselamatan negara.

Poin-poin Penting dari sambutan Presiden RI Antara Lain :

Pentingnya Persatuan: Presiden menekankan bahwa Indonesia adalah bangsa yang besar dengan keberagaman suku, agama, dan budaya. Menjaga kerukunan dan persatuan adalah kunci utama kemajuan bangsa.

Peran Ulama dan Santri: Beliau menyampaikan rasa terima kasih kepada para ulama dan santri yang selalu menjadi garda terdepan dalam menjaga moralitas bangsa dan ikut serta dalam pembangunan nasional.

Stabilitas Nasional: Di tengah tantangan global, Presiden mengingatkan bahwa stabilitas keamanan dan politik sangat diperlukan agar pembangunan ekonomi dapat berjalan dengan lancar demi kesejahteraan masyarakat.

Optimisme Bangsa: Presiden mengajak seluruh jamaah yang hadir untuk tetap optimis menghadapi masa depan dan terus memperkuat tali silaturahmi antar sesama warga negara.

Penutup

Acara ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Rais 'Aam Syuriyah PBNU, K.H. Miftachul Akhyar, beliau memohon agar NU terus menjadi organisasi yang memberikan manfaat bagi semesta alam (Rahmatan lil 'Alamin).

Mujahadah Kubro di Stadion Gajayana ini bukan sekadar seremoni ulang tahun, melainkan momentum refleksi dan penguatan niat bagi seluruh warga NU untuk terus menjaga tradisi sambil terus berinovasi demi masa depan Indonesia yang lebih baik.

Selamat Harlah 1 Abad NU! Memperkokoh Jam'iyyah, Merawat Tradisi, Membangun Peradaban.

Oleh Al-Faqir : 
Sekretaris Idarah Syu'biyyah JATMAN Banyuwangi,Admin Idarah Wustha JATMAN JATIM

"  Syaiful Munif  "

Link Youtub Acara Mujahadah Kubro Stadion Gajayana Malang 07 - 08 Februari 2026 M .

https://www.youtube.com/watch?v=vPmkoRDo3rI


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.