Header Ads

Pelantikan Idarah Syu’biyyah JATMAN Kabupaten Mojokerto Masa Khidmat 2025-2029: Menguatkan Spiritual dan Menjaga Amanah Organisasi




Mojokerto, Sabtu 24 Januari 2026 M – Suasana khidmat menyelimuti prosesi pelantikan pengurus Jam'iyyah Ahlith Thoriqoh Al-Mu'tabarah An-Nahdliyyah (JATMAN) Kabupaten Mojokerto masa khidmat 2025-2029. Acara ini menjadi momentum penting dalam memperkuat ukhuwah antar Thariqat serta meneguhkan komitmen spiritual bagi masyarakat Mojokerto.

Pembukaan yang Sarat Nasionalisme

Acara dibuka dengan syahdu melalui lantunan ayat suci Al-Qur'an dan sholawat, membawa ketenangan bagi seluruh hadirin yang datang. Tak hanya kental dengan nuansa religius, jiwa nasionalisme pun berkobar saat seluruh hadirin berdiri tegak menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang diikuti dengan Mars Syubbanul Wathon. Perpaduan ini menegaskan bahwa JATMAN berkomitmen penuh pada nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan.

Prosesi Pelantikan: Ikrar Kesetiaan dan Khidmat

Momen puncak terjadi saat Sekretaris Idarah Wustha JATMAN Jawa Timur, K.H.Moh.Rowi, M.Si. membacakan Surat Keputusan (SK) dari Idarah Aliyah Jakarta terkait susunan pengurus JATMAN Mojokerto periode 2025-2029.

Para pengurus baru kemudian resmi dilantik dan diambil sumpahnya oleh Drs.K.H. Ahmad Kholil Arphaphy (Wakil Rais Idarah Wustha JATMAN JATIM). Dalam baiat dan ikrarnya, para pengurus menyatakan kesetiaan pada:

Pancasila dan UUD 1945.

Akidah Ahlussunnah wal Jama'ah An-Nahdliyyah.

Kepatuhan terhadap PD/PRT organisasi.

Sambutan dan Harapan: Amanah serta Jangkar Moral

K.H. Imam Mahsus selaku Mudir Syu'biyah JATMAN Kabupaten Mojokerto dalam sambutannya menekankan bahwa jabatan di JATMAN adalah amanah besar. Beliau berharap para pengurus bekerja dengan landasan ikhlas dan terus memasyarakatkan tarekat sebagai sarana tazkiyatun nafsi (penyucian jiwa).

Senada dengan hal tersebut, Bupati Mojokerto, Dr. K.H. Muhammad Al-Barra, turut memberikan ucapan selamat. Beliau menegaskan bahwa di era globalisasi saat ini, JATMAN memiliki peran strategis sebagai "jangkar moral" yang menjaga nilai-nilai spiritualitas masyarakat agar tetap kokoh di tengah arus perubahan zaman.

Tausiyah Rais Idarah Wustha JATMAN JATIM, K.H. Fathul Huda: Persatuan dalam Zikir

1.       JATMAN sebagai Wadah Pemersatu Berbagai Aliran Tarekat

Dalam Tausiyahnya beliau menyampaikan bahwa JATMAN (Jam'iyyah Ahlith Thoriqoh Al-Mu'tabarah An-Nahdliyyah) memiliki peran krusial sebagai payung besar bagi berbagai aliran tarekat yang ada. Selain itu JATMAN juga mampu mengurai pelbagai dinamika Ketharekatan yang kompleks, antara lian  :

·       Menyatukan Perbedaan dalam Harmoni:

Meskipun setiap tarekat memiliki kaifiyah (tata cara) zikir, wirid, dan tradisi yang beragam, JATMAN hadir untuk memastikan bahwa perbedaan tersebut tidak menjadi sekat. Tujuannya adalah menciptakan kerukunan antar-murid tarekat agar tidak terjadi klaim kebenaran sepihak.

·       Satu Muara kepada Baginda Nabi SAW

Penekanan utama dari tujuan ini adalah kesadaran bahwa seluruh aliran tarekat yang mu'tabarah (diakui sanadnya) memiliki silsilah yang menyambung hingga ke Nabi Muhammad SAW. Dengan menyadari bahwa "satu sumber" adalah Rasulullah, maka persatuan menjadi sebuah kewajiban spiritual.

·       Kekuatan Kolektif

Dengan rukunnya berbagai aliran tarekat, JATMAN menjadi kekuatan besar dalam menjaga benteng spiritual umat, terutama dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.

2.        Kunci Kesuksesan Organisasi: Ikhlas, Mandiri, dan Bersih Hati

Point selanjutnya beliau menegaskan bahwa untuk menjalankan roda organisasi JATMAN secara efektif, terdapat tiga pilar utama yang menjadi kunci kesuksesan bagi para pengurus:

·       Keikhlasan sebagai Modal Utama:

Dalam organisasi berbasis keagamaan, keikhlasan bukan sekadar slogan, melainkan mesin penggerak. Pengurus yang ikhlas tidak akan mudah berputus asa saat menghadapi hambatan dan tidak akan sombong saat mencapai keberhasilan. Keikhlasan memastikan bahwa Khidmat (pengabdian) dilakukan murni karena Allah SWT.

·       Kemandirian Ekonomi Organisasi:

Organisasi yang kuat adalah organisasi yang mandiri. Beliau memberikan motivasi agar JATMAN tidak hanya bergantung pada bantuan pihak luar, tetapi mampu menciptakan ekosistem ekonomi sendiri. Kemandirian ekonomi akan memberikan keleluasaan bagi organisasi dalam menjalankan program-program dakwah dan sosial tanpa intervensi yang merugikan.

·       Menjaga Kebersihan Hati melalui Zikir:

Pembeda utama organisasi tarekat dengan organisasi lainnya adalah aspek tazkiyatun nafsi (penyucian jiwa). Pengurus diingatkan bahwa zikir bukan hanya rutinitas lisan, melainkan alat untuk membersihkan hati dari penyakit-penyakit organisasi seperti iri, dengki, dan haus kekuasaan. Hati yang bersih akan melahirkan kebijakan yang maslahat bagi banyak orang.

Beliau juga membagikan kunci kesuksesan dalam berorganisasi, yaitu:

Keikhlasan: Modal utama bagi setiap pengurus.

Kemandirian Ekonomi: Organisasi harus kuat secara finansial agar mandiri dalam berdakwah.

Kebersihan Hati: Pentingnya dzikir untuk menjaga kejernihan hati dalam menghadapi setiap dinamika.

Menutup sambutanya K.H. Fathul Huda menjelaskan esensi JATMAN sebagai wadah pemersatu berbagai aliran tarekat. Meski setiap aliran memiliki tata cara zikir yang berbeda, beliau mengingatkan bahwa semuanya bersumber dari muara yang sama, yaitu Baginda Nabi Muhammad SAW.

Penutup

Acara ditutup dengan doa yang dipimpin oleh K.H. Samian Muhsin, memohon keberkahan untuk masa Khidmat pengurus yang baru. Rangkaian kegiatan diakhiri dengan ramah tamah hangat tepat saat azan Zuhur berkumandang, menandai awal baru perjuangan Idarah Syu’biyyah JATMAN di Kabupaten Mojokerto.

 

Oleh Al-Faqir :

Admin Idarah Wustha JATMAN JATIM, Sekretaris Idarah Syu’biyyah JATMAN Kabupaten Banyuwangi

( Syaiful Munif )

Link Youtube :  

https://youtu.be/hPTIJA-eGGM


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.