Halalbihalal Idarah Wustha JATMAN JATIM di Ma'had Bahrul Huda Tuban 1447 H / 2026 M
31 Maret 2026 M, Matahari Tuban menyengat cukup terik siang itu, namun
suasana di dalam Ma'had Bahrul Huda justru terasa adem dan menyejukkan. Di
sanalah, para pengamal tarekat berkumpul dalam bingkai Halal Bi Halal Idaroh Wustha JATMAN (Jam'iyyah Ahlith Thariqah Al-Mu'tabarah An-Nahdliyyah) jawa Timur Tuban
1447 H. Pertemuan ini bukan sekadar tradisi bermaaf-maafan, melainkan sebuah
ijtima' ruhaiah (pertemuan rohani) yang menghubungkan sanubari.
Acara ini menjadi momentum ittishol qolbiah (sambung hati)
yang luar biasa, menyatukan frekuensi spiritual antara pengurus Idarah Wustha JATMAN JATIM , Idarah Syu'biyyah se-JATIM, hingga Idaroh ghusniyyah se-Kabupaten Tuban. Di
tengah dahaga fisik karena cuaca, jiwa-jiwa para jemaah disirami oleh sejuknya
lantunan selawat dan untaian hikmah dari para masyaikh, memperkuat khidmat
dalam menapaki jalan menuju ridha Allah SWT.
--------------------------------------------------------------------------------
Kilas Balik Urutan Acara (Event Rundown)
Rangkaian acara berjalan dengan sangat tertib dan penuh
keberkahan:
Pembukaan dan Iftitah: Dipimpin oleh KH. Ubaidillah Ahror,
K.H. Ubaidillah Ahror (pengasuh Pondok Pesantren Al-Fatah
Temboro) menyampaikan ceramah pembuka yang menekankan pada kekuatan spiritual,
sejarah kejayaan Islam melalui jalur langit, dan pentingnya berzikir.
Berikut adalah rangkuman isi ceramah beliau:
Keutamaan Berdoa dengan Tawasul
Kiai Ubaidillah mengawali ceramahnya dengan menceritakan
hadis sahih tentang seorang sahabat Nabi yang buta
Nabi Muhammad SAW mengajarkan sahabat tersebut untuk
berwudu, salat dua rakaat, dan berdoa dengan cara bertawasul (menyebut
perantara) kepada Nabi
Hasilnya, sahabat tersebut langsung sembuh dari
kebutaannya
Beliau menekankan bahwa berdoa dengan tawasul jauh lebih utama daripada "doa kosongan" dan cara ini selalu digunakan oleh para sahabat, ulama, dan para wali untuk menyelesaikan berbagai masalah
Rahasia Kemenangan Tokoh Besar Islam
Beliau memberikan contoh dua tokoh besar sejarah yang
berhasil meraih kemenangan luar biasa karena gabungan ilmu syariat dan praktik
spiritual (tarekat):
Salahuddin Al-Ayyubi: Pembebas Palestina ini adalah seorang ulama mazhab Syafi'i, berakidah Asy'ari, dan merupakan ahli wirid atau pengikut tarekat (Naqsyabandi atau Qadiri)
Muhammad Al-Fatih: Penakluk Konstantinopel ini adalah pimpinan terbaik yang diramalkan Nabi. Beliau bermazhab Hanafi, berakidah Maturidi, dan juga penganut tarekat Naqsyabandi
Pesan Utama: Kejayaan Islam tidak hanya dicapai dengan strategi lahiriah, tetapi juga dengan tata kelola ibadah dan zikir yang kuat
Peran Spiritual Indonesia bagi Dunia
Kiai Ubaidillah menyatakan bahwa perkembangan Islam di akhir
zaman akan muncul dari arah timur, dan Indonesia saat ini adalah negara dengan
jumlah muslim terbanyak di dunia
Beliau meyakini bahwa:
Banyaknya umat Islam di Indonesia yang rajin melakukan mujahadah dan wiridan memberikan andil besar bagi kedamaian dunia secara rohani
Dunia ini masih tetap bertahan (kiamat ditunda) berkat keberadaan orang-orang beriman yang terus melakukan amalan spiritual
Kekuatan Wirid di Atas Materi
Beliau menegaskan bahwa usaha tertinggi di dunia ini adalah
wiridan
Beliau memberikan contoh bahwa kelak masalah Yakjuj Makjuj
di akhir zaman pun hanya bisa diselesaikan melalui doa dan wirid Nabi Isa yang
diamini umat Islam, bukan dengan senjata atau materi
Selama masih ada orang yang konsisten berzikir dan
berwirid, maka pertolongan Allah (nusratullah) akan terus turun sebagaimana
yang dialami para pendahulu
Ceramah tersebut ditutup dengan pembacaan Al-Fatihah yang dikhususkan bagi para guru dan masyaikh dari berbagai tarekat muktabarah
Lantunan Ayat Suci Al-Qur'an: Dibacakan dengan khidmat oleh
Ustaz Abdul Wahab Husein.
Pembacaan Sholawat Thariqiyah dan Mahalul Qiyam: Dipandu
oleh Lajnah Wathonah (organisasi warga thariqah putri) Idaroh Syu'biyah JATMAN
Tuban.
Sambutan-sambutan Utama: Disampaikan oleh KH. Fathul Huda
(Rais Idaroh Wusto JATMAN Jatim) dan KH. Abdul Matin Jawahir (Wakil Rais
Syuriyah PWNU Jatim).
Inti Acara (Mauidzah Hasanah): Disampaikan secara
komprehensif oleh KH. Chalwani Nawawi (Rais Ali Idaroh Aliah JATMAN).
Doa dan Penutup: Dipimpin langsung oleh KH. Chalwani Nawawi
sebagai pungkas keberkahan.
--------------------------------------------------------------------------------
Pesan Utama KH. Fathul Huda: Keajaiban Alam Kuantum &
"Password" Jalur Langit
Dalam sambutannya, KH. Fathul Huda membawa perspektif modern
dalam memahami spiritualitas. Beliau menekankan bahwa kesuksesan seorang hamba
seringkali ditentukan oleh intervensi Ilahi yang melampaui logika materi.
Logika Jalur Langit vs Jalur Darat
Beliau menjelaskan perbandingan antara alam malakut atau
"alam kuantum" dengan alam musyahadah (alam normatif/fisik). Jika
jalur darat atau alam normatif terbatas pada hukum sebab-akibat yang kaku, maka
"Jalur Langit" bekerja melalui wasilah zikir dan kedekatan dengan
Sang Pencipta, di mana pertolongan Allah hadir menembus batas-batas fisik
manusia.
Kiai Tidak Harus Miskin: Kisah "Lift" di Rumah
Kiai
Beliau mematahkan stigma bahwa hidup zuhud dalam thariqah
berarti harus hidup serba kekurangan. Beliau menceritakan kekaguman jemaah saat
sowan ke kediaman KH. Chalwani Nawawi di Purworejo yang memiliki rumah
berlantai dua lengkap dengan fasilitas lift dan deretan mobil. Hal serupa
terlihat pada KH. Tontowi (Tempuro). Ini adalah burhan (bukti nyata) bahwa jika
seseorang memegang "jalur langit", dunia akan datang merunduk tanpa
mengurangi derajat kewaliannya.
Ijazah "Ya Lathif": Keyword bagi Para
"Jomblo"
Sebagai solusi praktis bagi para asatid dan asatidah yang
masih melajang, KH. Fathul Huda memberikan ijazah asma "Ya Lathif"
dibaca sebanyak 129 kali. Beliau menyebut amalan ini sebagai
"password" atau "keyword" langit agar segera mendapatkan
jodoh yang tepat, sehingga perjuangan dakwah di pesantren menjadi lebih fokus
dan produktif.
--------------------------------------------------------------------------------
Perspektif KH. Abdul Matin Jawahir: Sinergi JATMAN dan
Nahdlatul Ulama
KH. Abdul Matin Jawahir menegaskan peran krusial JATMAN
sebagai pilar spiritual di dalam Nahdlatul Ulama.
Keunikan Struktur JATMAN: Beliau menjelaskan bahwa di antara
14 Banom NU, JATMAN adalah yang paling istimewa karena memiliki struktur Rais
(pemangku rohani) dan Mudir (pengelola organisasi), yang mencerminkan pola
Syuriyah dan Tanfidziyah.
Penguatan Peran di PWNU: Saat ini, sinergi antara JATMAN
Wusto Jatim dan PWNU sangat erat. Beliau berkomitmen agar JATMAN selalu
dilibatkan secara aktif dalam setiap pengambilan keputusan besar di tingkat
wilayah.
Info Musyker PWNU: Beliau mengumumkan bahwa Musyawarah Kerja
(Musyker) PWNU Jawa Timur mendatang akan dilaksanakan di Tuban, tepatnya di
lingkungan Pondok Pesantren Sunan Bejagung.
--------------------------------------------------------------------------------
Mauidzah Hasanah KH. Chalwani Nawawi: Kedalaman Zikir dan
Sejarah Perjuangan
K.H. Chalwani Nawawi (Rais
Al-Idarah Al-Aliah JATMAN) dalam ceramahnya berfokus pada empat sifat utama
untuk mendapatkan jaminan keamanan dan petunjuk dari Allah, serta pentingnya
jalur spiritual melalui zikir dan tarekat.
Berikut adalah rangkuman isi ceramah
beliau:
1. Empat Sifat Penjamin Keamanan
Lahir Batin
Beliau mengutip sebuah hadis Nabi
SAW bahwa siapa pun yang ingin dijamin keamanan lahir batin (amnu) dan selalu
mendapatkan petunjuk Allah (muhtadun), harus memiliki empat sifat:
Syukur saat mendapat nikmat:
Menggunakan nikmat tersebut untuk beribadah kepada Allah.
Sabar saat diuji: Sabar itu pahit
di awal seperti jamu brotowali, namun menyehatkan bagi rohani.
Meminta maaf saat bersalah:
Segera beristigfar dan memohon ampunan.
Memberi maaf saat disalahi:
Memiliki kelapangan hati untuk memaafkan orang lain.
2. Hakikat Syukur dan Jenis Ibadah
Kiai Chalwani menjelaskan bahwa
syukur adalah menggunakan nikmat Allah untuk beribadah. Beliau membagi ibadah
menjadi dua jenis:
Ibadah Muqayyadah: Ibadah yang
memiliki syarat dan aturan tertentu, seperti salat lima waktu, haji, dan umrah.
Ibadah Mutlaqah: Ibadah yang
tidak terikat syarat tertentu, contohnya bekerja mencari nafkah. Beliau
menekankan bahwa bekerja adalah perintah Allah dan para Nabi pun (seperti Nabi
Muhammad) bekerja sebagai penggembala kambing dan pedagang.
3. Keutamaan Zikir dan Tarekat
Poin utama ceramah beliau adalah
pentingnya konsistensi dalam berzikir melalui jalur tarekat:
Zikir di Atas Doa: Mengutip Hadis
Qudsi, Allah akan memberikan pemberian terbaik bagi orang yang terlalu sibuk
berzikir hingga tidak sempat meminta (berdoa).
Zikir Hasanat vs. Zikir Darajat: Zikir
Hasanat adalah zikir umum yang bernilai kebaikan. Sedangkan Zikir Darajat
adalah zikir yang didapatkan melalui talkin atau baiat dari seorang guru
mursyid yang memiliki silsilah (sanad) menyambung hingga Rasulullah SAW.
Sejarah Perjuangan: Beliau
menegaskan bahwa tokoh-tokoh besar seperti Pangeran Diponegoro, KH. Hasyim
Asy'ari, hingga Gus Dur adalah penganut tarekat. Keberanian Pangeran Diponegoro
melawan penjajah muncul dari kekuatan zikir tarekatnya.
4. Kerinduan kepada Rasulullah SAW
Beliau menutup ceramahnya dengan
menekankan pentingnya rasa rindu (syauq) kepada Nabi Muhammad SAW agar
keinginan dan doa kita dikabulkan oleh Allah. Beliau mengajak jemaah berselawat
bersama (menyanyikan Ya Asyiqal Mustafa) untuk menggembirakan hati sesama
mukmin, yang pahalanya setara dengan ibadah satu tahun.
5. Ijazah Doa Khusus
Dalam ceramahnya, beliau juga
memberikan beberapa ijazah doa kepada jemaah:
Doa Kesabaran: "Ya Allah Ya
Salam Ya Sabur".
Doa Petani/Pekerja: "Bismillahi
Masyaallah La Quwwata Illa Billah" yang dibaca saat masuk ke ladang atau
tempat kerja.
--------------------------------------------------------------------------------
Amalan Praktis untuk Pembaca (Ijazah & Doa)
Beberapa amalan yang dipetik dari wejangan para kiai untuk
kehidupan sehari-hari:
Doa Menenangkan Hati "Ya Allah Ya Salam Ya Sabur"
(Dibaca untuk meminta kesabaran dan ketenangan saat menghadapi masalah).
Doa Keberkahan Rezeki (Tani & Pekerja) "Bismillahi
MasyaAllah Laa Quwwata Illa Billah" (Dibaca saat masuk ke sawah, pasar,
atau kantor agar dilindungi dari keburukan dan diberkahi hasilnya).
Esensi Tawakal "Obahno tanganmu, tak duni rezeki."
(Gerakkan tanganmu/bekerjalah, maka akan Aku turunkan rezeki). Allah
memerintahkan gerak fisik sebagai syarat turunnya rahmat melalui Ibadah
Mutlaqah.
Filosofi Zikir: KH. Chalwani mengingatkan, "Zikir itu
lebih utama daripada surga. Sebab, zikir adalah Hak Allah, sedangkan surga
adalah Hak Hamba." Seorang pencinta sejati akan mendahulukan hak
Kekasihnya (Allah) di atas keinginan pribadinya (surga).
--------------------------------------------------------------------------------
Penutup: Harapan dan Doa Bersama
Silaturahmi Idarah Wustha JATMAN JATIM ini menjadi pengingat bahwa di
balik hiruk-pikuk dunia, ada "Jalur Langit" yang selalu terbuka bagi
mereka yang mau mengetuknya melalui zikir. Melalui wasilah thariqah, diharapkan
setiap jemaah mendapatkan ketenangan batin dan kemudahan dalam segala urusan.
Sebagaimana doa penutup yang dipanjatkan, semoga kita semua dikaruniai rezeki
yang melimpah untuk bekal ibadah, keluarga yang sakinah, dan akhir hayat yang
husnul khotimah. Amin.
Oleh : Al-faqir ( Admin Idarah Wustha JATMAN JATIM )
Sumber https://www.youtube.com/live/ZZml_UbYKB0?si=l6CQF4f9s9VDDkyt
Post a Comment