Header Ads

 

Hasil Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) I PWNU Jawa Timur di PP.Sunan Bejagung 2, Semanding,Tuban









Tuban, 11 April 2026 — Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur resmi menggelar Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) I di Pondok Pesantren Sunan Bejagung 2, Semanding, Tuban. Perhelatan yang berlangsung pada 11–12 April 2026 ini menjadi momentum krusial bagi organisasi untuk mengonsolidasikan kekuatan menjelang transisi historis NU memasuki abad kedua.

1. Pembukaan dan Refleksi Filosofis

Agenda ini dibuka secara resmi oleh Rais PBNU, Prof. Muhammad Nuh, yang hadir mewakili Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar. Dalam sambutannya, Prof. Nuh menekankan bahwa forum ini merupakan bagian dari persiapan strategis menyambut Muktamar ke-35 NU. Ia menggarisbawahi pentingnya menyerap aspirasi "akar rumput" yang autentik guna menghindari dominasi wacana elite semata.

Senada dengan hal tersebut, Ketua PWNU Jawa Timur, KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), mengajak seluruh pengurus untuk melakukan muhasabah. Beliau menyoroti mulai lunturnya tradisi silaturahmi sebagai ruh organisasi. Gus Kikin menegaskan bahwa dengan basis massa mencapai 150 juta jiwa, NU harus memiliki arah kolektif yang jelas agar potensi besar tersebut tidak berjalan sendiri-sendiri.

2. Penguatan Ideologi dan Organisasi

Dari sisi normatif, KH Abdul Matin Jawahir (Wakil Rais PWNU Jatim) mengingatkan kembali pentingnya Qanun Asasi sebagai landasan konstitusional. Muskerwil ini menghasilkan kesepakatan untuk mengukuhkan kembali supremasi kepemimpinan Rais Aam sebagai otoritas hukum tertinggi dalam struktur organisasi. Selain itu, peran Aswaja NU Center akan diperkuat melalui pengembangan modul pendidikan nilai-nilai Aswaja guna membentengi akidah warga dari tantangan ideologi luar.

3. Hasil Strategis Muskerwil I

Musyawarah ini melahirkan sejumlah keputusan penting yang dikelompokkan dalam beberapa aspek utama:

  • Kesiapan Muktamar ke-35: PWNU Jatim secara resmi menyatakan kesiapan menjadi tuan rumah Muktamar ke-35 yang diusulkan digelar pada 1–5 Agustus 2026.
  • Program Kesejahteraan: Optimalisasi aset wakaf (uang dan fisik) agar lebih produktif serta pengembangan jaringan kader kesehatan untuk mendukung dakwah.
  • Sinergi Eksternal: Memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam pembangunan daerah, meski di tengah tantangan penyesuaian fiskal daerah sebagaimana disampaikan oleh Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak.
  • Evaluasi Kinerja: Melakukan audit menyeluruh terhadap kinerja setiap lembaga dan badan otonom (Banom) di bawah naungan PWNU Jatim.

4. Rekomendasi Komisi Bahtsul Masa’il

Sidang Komisi Bahtsul Masa’il dalam Muskerwil ini berfokus pada penyusunan draf usulan untuk Muktamar nasional, yang meliputi:

  1. Masalah Waqi’iyah & Maudlu’iyah: Pembahasan isu-isu aktual dan tematik dari sudut pandang syar’i dan akademis.
  2. Tata Kelola Zakat & Wakaf: Merumuskan mekanisme pengelolaan zakat produktif bagi kemaslahatan umat.
  3. Proteksi Nilai Aswaja: Penguatan kurikulum pendidikan di madrasah-madrasah LP Ma’arif NU.

5. Agenda Pasca-Muskerwil

Menindaklanjuti hasil pertemuan di Tuban, PWNU Jawa Timur telah menyusun langkah-langkah strategis jangka pendek:

Periode

Agenda Utama

Mei 2026

Konsolidasi internal dan sosialisasi hasil Muskerwil ke seluruh PCNU dan MWCNU se-Jawa Timur.

Mei – Juli 2026

Persiapan teknis Muktamar, pembentukan panitia lokal, dan finalisasi draf materi nasional.

Agustus 2026

Pelaksanaan Muktamar ke-35 NU (Menunggu SK Penetapan Lokasi antara Jombang atau Surabaya).

Demikian laporan ini disusun sebagai representasi komitmen PWNU Jawa Timur dalam mengawal transisi sejarah menuju abad kedua Nahdlatul Ulama. Semoga poin-poin strategis yang telah disepakati dalam Muskerwil I Tuban ini menjadi pijakan kokoh bagi kemajuan jam'iyyah dan kemaslahatan umat menuju Muktamar ke-35 serta kebesaran NU kedepan .


Oleh : Al-Faqir ( Admin Idarah Wustha JATMAN JATIM )

Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=WkW_-MBXtDw

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.