Header Ads

Sayyiduna Muhammad Sang CEO | Brilly El-Rasheed | 082140888638

082140888638 Nabi Muhammad Sang CEO Sekaligus Rasulullah Kajian Brilly El-Rasheed & Dymas Tunggul Panuju


Rasulullah Sang CEO sejak masih di ‘perusahaan’ keluarga besar Bani Hasyim yang dikomisarisi oleh Abu Thalib bin ‘Abdul-Muththalib. Al-Qadhi ‘Iyadh mencatat attitude Muhammad bin ‘Abdullah yang membuktikan kekayaan beliau,

وَعَنْ عُمَرَ بْنِ السَّائِبِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - كَانَ جَالِسًا يَوْمًا ، فَأَقْبَلَ أَبُوهُ مِنَ الرَّضَاعَةِ ، فَوَضَعَ لَهُ بَعْضَ ثَوْبِهِ ، فَقَعَدَ عَلَيْهِ ، ثُمَّ أَقْبَلَتْ أُمُّهُ فَوَضَعَ لَهَا شِقَّ ثَوْبِهِ مِنْ جَانِبِهِ الْآخَرِ فَجَلَسَتْ عَلَيْهِ ، ثُمَّ أَقْبَلَ أَخُوهُ مِنَ الرَّضَاعَةِ ، فَقَامَ رَسُولُ اللَّهِ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - فَأَجْلَسَهُ بَيْنَ يَدَيْهِ . وَكَانَ يَبْعَثُ إِلَى ثُوَيْبَةَ مَوْلَاةِ أَبِي لَهَبٍ مُرْضِعَتِهِ بِصِلَةٍ ، وَكِسْوَةٍ ، فَلَمَّا مَاتَتْ سَأَلَ : مَنْ بَقِيَ مِنْ قَرَابَتِهَا فَقِيلَ لَا أَحَدَ . وَفِي حَدِيثِ خَدِيجَةَ - رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا - أَنَّهَا قَالَتْ لَهُ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - : أَبْشِرْ ، فَوَاللَّهِ لَا يُحْزِنُكَ اللَّهُ أَبَدًا ، إِنَّكَ لَتَصِلُ الرَّحِمَ ، وَتَحْمِلُ الْكَلَّ ، وَتُكْسِبُ الْمَعْدُومَ ، وَتَقْرِي الضَّيْفَ ، وَتُعِينَ عَلَى نَوَائِبَ الْحَقِّ .

Dan dari ‘Umar bin As-Sa`ib bahwa Rasulullah  pada suatu hari sedang duduk, lalu datang ayah susuannya, maka beliau membentangkan sebagian kainnya untuknya dan ia duduk di atasnya, kemudian datang ibu susuannya, maka beliau membentangkan kainnya di sisi yang lain dan ia duduk di atasnya, lalu datang saudara sepersusuannya dan beliau bangkit, lalu mendudukkannya di hadapannya. Dan beliau  mengirimkan hadiah dan pakaian kepada Tsuwaibah, budak Abu Lahab yang menyusuinya, dan ketika ia wafat beliau bertanya, “Siapa yang masih tersisa dari kerabatnya?” Maka dikatakan, “Tidak ada seorang pun.” Dan dalam hadits Khadijah radhiyallahu ‘anha, bahwa ia berkata kepada Nabi, “Bergembiralah, demi Allah, Allah tidak akan menghinakanmu selamanya, sesungguhnya engkau menyambung silaturrahmi, memikul beban orang lain, memberikan kepada yang tak punya, memuliakan tamu, dan menolong dalam kebenaran.”

Berikut contoh transaksi jual-beli Rasulullah, yang diabadikan dalam magnum opus Al-Qadhi ‘Iyadh,

وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ - رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ - : دَخَلْتُ السُّوقَ مَعَ النَّبِيِّ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - ، فَاشْتَرَى سَرَاوِيلَ ، وَقَالَ لِلْوَزَّانِ : زِنْ ، وَأَرْجِحْ ، وَذَكَرَ الْقِصَّةَ قَالَ : فَوَثَبَ إِلَى يَدِ النَّبِيِّ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - يُقَبِّلُهَا ، فَجَذَبَ يَدَهُ ، وَقَالَ : هَذَا تَفْعَلُهُ الْأَعَاجِمُ بِمُلُوكِهَا ، وَلَسْتُ بِمَلِكٍ ، إِنَّمَا أَنَا رَجُلٌ مِنْكُمْ . ثُمَّ أَخَذَ السَّرَاوِيلَ ، فَذَهَبْتُ لِأَحْمِلَهُ ، فَقَالَ : صَاحِبُ الشَّيْءِ أَحَقُّ بِشَيْئِهِ أَنْ يَحْمِلَهُ .

Dan dari Abu Hurairah, Aku masuk pasar bersama Nabi, lalu beliau membeli celana, dan berkata kepada penjual timbangan, “Timbanglah dan lebihkan.” Lalu ia menyebutkan kisahnya, Orang itu meloncat dan mencium tangan Nabi, maka beliau menarik tangannya dan bersabda, “Ini adalah perbuatan orang-orang ‘ajam kepada raja-raja mereka. Aku bukanlah raja. Aku hanyalah seorang laki-laki dari kalian.” Kemudian beliau mengambil celana itu, dan aku hendak membawakannya, tapi beliau bersabda, “Pemilik barang lebih berhak membawanya.”

وَقَالَ جَامِعُ بْنُ شَدَّادٍ : كَانَ رَجُلٌ مِنَّا يُقَالُ لَهُ طَارِقٌ ، فَأَخْبَرَ أَنَّهُ رَأَى النَّبِيَّ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - بِالْمَدِينَةِ ، فَقَالَ : هَلْ مَعَكُمْ شَيْءٌ تَبِيعُونَهُ ؟ قُلْنَا : هَذَا الْبَعِيرُ . قَالَ : بِكَمْ ؟ قُلْنَا : بِكَذَا ، وَكَذَا ، وَسْقًا مِنْ تَمْرٍ ، فَأَخَذَ بِخِطَامِهِ ، وَسَارَ إِلَى الْمَدِينَةِ فَقُلْنَا : بِعْنَا مِنْ رَجُلٍ لَا نَدْرِي مَنْ هُوَ ، وَمَعَنَا ظَعِينَةٌ ، فَقَالَتْ : أَنَا ضَامِنَةٌ لِثَمَنِ الْبَعِيرِ ، رَأَيْتُ وَجْهَ رَجُلٍ مِثْلَ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ لَا يَخِيسُ فِيكُمْ . فَأَصْبَحْنَا ، فَجَاءَ رَجُلٌ بِتَمْرٍ فَقَالَ : أَنَا رَسُولُ رَسُولِ اللَّهِ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - إِلَيْكُمْ ، يَأْمُرُكُمْ أَنْ تَأْكُلُوا مِنْ هَذَا التَّمْرِ ، وَتَكْتَالُوا حَتَّى تَسْتَوْفُوا . فَفَعَلْنَا . 

Dan Jami’ bin Syaddad berkata, Ada seorang lelaki dari kami bernama Thariq, ia mengabarkan bahwa ia melihat Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam– di Madinah, maka beliau bertanya, Apakah kalian punya sesuatu untuk dijual? Kami berkata, Ini unta. Beliau bertanya, Berapa harganya? Kami menjawab, Sekian wasaq dari kurma. Maka beliau mengambil tali kekangnya dan berjalan menuju Madinah. Kami berkata, Kami telah menjual kepada seorang lelaki yang kami tidak tahu siapa dia, sedangkan bersama kami ada seorang wanita, lalu wanita itu berkata, Aku penjaminnya atas harga unta itu, karena aku melihat wajah seorang lelaki yang seperti bulan purnama, ia tidak akan mengecewakan kalian. Maka keesokan harinya, datanglah seorang lelaki membawa kurma dan berkata, Aku adalah utusan Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam– kepada kalian, beliau memerintahkan kalian untuk makan dari kurma ini dan menimbangkannya hingga kalian memperoleh hak kalian secara penuh. Maka kami pun melakukannya.

Kita tidak bisa sekaligus tidak mampu meniru Rasulullah sebagai CEO sepenuhnya karena bagaimanapun Rasulullah sebagai manusia namun beliau dikaruniai mukjizat. Al-Qadhi ‘Iyadh mereportase,

وَجَحَدَهُ رَجُلٌ بِبَيْعِ فَرَسٍ ، وَهِيَ الَّتِي شَهِدَ فِيهَا خُزَيْمَةُ لِلنَّبِيِّ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - ، فَرَدَّ الْفَرَسَ بَعْدَ النَّبِيِّ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - عَلَى الرَّجُلِ ، وَقَالَ : اللَّهُمَّ إِنْ كَانَ كَاذِبًا فَلَا تُبَارِكْ لَهُ فِيهَا . فَأَصْبَحَتْ شَاصِيَةً بِرِجْلِهَا ، أَيْ رَافِعَةً . وَهَذَا الْبَابُ أَكْثَرُ مِنْ أَنْ يُحَاطَ بِهِ .

Dan seorang lelaki mengingkari beliau dalam jual beli seekor kuda, yang di situlah Khuzaimah bersaksi bagi Nabi, lalu kuda itu dikembalikan oleh Nabi  kepada lelaki itu, dan beliau berdoa, “Ya Allah, jika ia berdusta, maka janganlah Engkau berkahi ia dengan kuda itu,” maka pada pagi hari kuda itu bangkit dengan kakinya terangkat (tertekuk ke atas). Dan konten bab ini sebenarnya lebih banyak daripada yang sudah kami sebutkan.

وَنَخَسَ جَمَلَ جَابِرٍ ، وَكَانَ قَدْ أَعْيَا ، فَنَشَطَ حَتَّى كَانَ مَا يَمْلِكُ زِمَامَهُ . وَصَنَعَ مِثْلَ ذَلِكَ بِفَرَسٍ لِجُعَيْلٍ الْأَشْجَعِيِّ ، خَفَقَهَا بِمِخْفَقَةٍ مَعَهُ ، وَبَرَّكَ عَلَيْهَا ، فَلَمْ يَمْلِكْ رَأْسَهَا نَشَاطًا ، وَبَاعَ مِنْ بَطْنِهَا بِاثْنَيْ عَشَرَ أَلْفًا . وَرَكِبَ حِمَارًا قَطُوفًا لِسَعْدِ بْنِ عُبَادَةَ فَرَدَّهُ هِمْلَاجًا لَا يُسَايَرُ . 

Dan beliau menepuk unta milik Jabir yang telah lelah, maka unta itu pun kembali bersemangat hingga Jabir tidak lagi mampu mengendalikan talinya. Dan beliau melakukan hal serupa pada seekor kuda milik Ju‘ail Al-Asyja‘iyy, beliau memukulnya (menyentuh) dengan tongkat kecil yang ada padanya dan menungganginya, maka kudanya bangkit dengan penuh semangat hingga kepalanya tidak terkendali, dan ia menjual keturunannya dengan harga dua belas ribu dinar. Dan beliau menunggangi keledai lamban milik Sa‘d bin ‘Ubadah lalu mengembalikannya menjadi cepat hingga tak seorang pun mampu menandinginya.

Sesungguhnya masih teramat banyak arsip-arsip historis bagaimana attitude Rasulullah sebagai CEO yang lebih banyak melepaskan hak milik kekayaan daripada menghabiskan untuk diri sendiri atau keluarga. Keluarga besar beliau justru tidak cukup harta untuk berfoya-foya atau hidup glamor. Namun bukan berarti Nabi pelit kepada keluarga. Sebagai gambaran saja, masing-masing istri Nabi ketika dinikahi oleh beliau, mendapatkan mahar 12,5 uqiyah, 1 uqiyah sekira 31,7 gram emas, berarti sekira 396,25 gram emas. 396 gram x Rp2.760.000,-/gram (Harga per 4 Mei 2026) = Rp 1.093.650.000,- (1 milyar rupiah lebih something). Ini baru dari sisi mahar, belum walimah (resepsi pernikahan), belum nafkah harian dan lain-lain. Jangan dikira Nabi hanya hedon dalam hal mahar tapi sulit dalam hal nafkah hanya karena berita-berita yang mengesankan hidup istri-istri mengenaskan. 

Rasulullah ‘hedon’ (baca: sangat banyak) dalam berbagi, demikian pula para istri beliau dan para shahabat beliau. Dalam kaitan hamba mengalokasikan harta benda untuk kegiatan charity (kedermawanan), Islam menyajikan banyak variasi niat, Penulis (Brilly El-Rasheed) punya formula untuk memudahkan hafalan yakni ZISWAFAQ HIKAHAJI FIDAKAHA WANATA WANAMAMU. Apa kepanjangannya? Zakat, Infaq, Shadaqah, Waqaf, Aqiqah, Qurban, Hibah, Kafalah, Hadiah, Jihad, Fidyah, Dam, Kaffarah, Haji, Wasiat, Nadzar, Tajhiz, Walimah, Nafaqah, Mahar, Mut’ah. Masing-masing terma/istilah memiliki definisi, fungsi, distingsi.

Rasulullah Sang CEO. Beliau manusia kaya harta dan jiwa. Beliau bukan orang miskin apalagi faqir. Harta Rasulullah yang berhasil diaudit “sederhana” lebih kurang 3 ton emas murni kisaran 8 trilyun rupiah jika dikurskan dengan harga emas Rp 2.760.000,-/gram (update 4 Mei 2026). Ini tidak menggambarkan seluruh harta Nabi sejak masih muda hingga wafat. Harta beliau halal semuanya, tidak ada yang haram maupun syubhat. Beliau tidak pernah zhalim, berbuat risywah (suap), mengambil riba (bunga piutang), ikut maisir (judi), memfasilitasi mabuk-mabukan, perzinaan, maupun kejahatan kemanusiaan apapun. Beliau CEO terhebat sepanjang zaman. Kekayaan yang diperoleh Nabi lebih banyak untuk orang lain. Bahkan menjelang wafat, Nabi serahkan semua harta sebagai kas Negara kecuali beberapa saja. Bagi siapa yang mengaku sebagai yang paling ikut Nabi, berani meniru?

082140888638 Kitab Asy-Syifa Karya Al-Qadhi 'Iyadh Terjemahan Bilingual Arab-Indo

 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.